Jumat, Mei 02, 2008

Demam Berdarah



DEMAM BERDARAH DENGUE


Demam Berdarah terus menghantui masyarakat setiap tahunnya. Tahun 2007 tercatat 30.589 kasus Demam Berdarah itu hanya di jakarta. Pemberantasan nyamuk harus dilakukan secara bersama dan rutin, tidak hanya oleh pemerintah tapi juga oleh seluruh masyarakat. Selain pengasapan (fogging) Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus harus dilaksanakan dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat. Berikut beberapa mitos yang berkembang di masyarakat dan faktanya tentang Demam Berdarah.


Mitos tentang Demam Berdarah:

Nyamuk hidup di air kotor dan kumuh. Faktanya: Nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di air bersih yang tak terusik seperti vas bunga, bak/penampungan air, air gallon, botol, dll.


Semua Aedes Aegypti membawa virus. Faktanya: Aedes Aegypti betina yang menggigit dan membawa virus karena ia membutuhkannya untuk berkembang biak. Sedangkan nyamuk jantan hanya menyedot sari dari tumbuh-tumbuhan.

Hanya Demam Berdarah Dengue yang dibawa nyamuk. Faktanya: Malaria, Chikungunya, kaki gajah juga dibawa nyamuk.

Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) berbintik merah. Faktanya: Tidak semua penderita DBD ada bintik merah tergantung kondisi dan tahap penyakit itu sendiri.

Hanya anak-anak yang kena Demam Berdarah Dengue (DBD). Faktanya: Anak-anak paling banyak tertular karena anak menghabiskan waktu di rumah dan sekolah dimana nyamuk banyak bersarang.

DBD gejala mirip Typus/Chikungunya. Faktanya: Ciri khas Demam Berdarah (DBD) adalah demam mendadak tinggi, sakit dibelakang kepala, perut/otot. Ciri Typus demam yang turun naik pada waktu tertentu.

co








Selasa, April 29, 2008

MAKAN DAN MUSIK TENDA



Makan ditenda-tenda di pinggir jalan siapa? Siapa sich yang nggak pernah, kayaknya pada udah pernah deh?! Makan sama keluarga, bareng teman-teman sambil ngobrol & bawa pacar juga asyik. Suasana santai, makanan enak & harganya pun relatif murah. Sekarang ini banyak berdiri tenda-tenda makan dengan berbagai macam makanan dari bubur ayam sampai steak dan dengan berbagai model/konsep tenda. Dengan banyaknya bermunculan tenda-tenda dipinggir jalan ada juga yang ikut bermunculan dan akhir-akhir ini semakin banyak yaitu Musisi Jalanan atau yang disebut Pengamen.
Seorang pengamen bisa juga termasuk seorang entertainer atau penghibur. Ia menawarkan satu bentuk hiburan yaitu melalui nyanyian dan musik. Mungkin hanya sedikit berbeda dengan penyanyi "profesional" yaitu kurang sarana dan kesempatan. Kwalitas pun banyak yang tak kalah, hanya butuh sedikit 'sentuhan profesional' dan perbaikan teknik. Penyanyi yang sudah tenar banyak juga yang berangkat dari pengamen. Penyanyi yang biasa manggung dari cafe ke cafe tak jauh berbeda dengan pengamen yang manggung dari tenda ke tenda pinggir jalan.
Keberadaan pengamen di jalanan bagi sebagian besar masyarakat sudah dapat diterima. Pelanggan yang makan ditenda bisa terhibur, bisa makan sambil diiringi musik live layaknya di cafe/resto kelas atas bahkan bisa request lagu favorit. Pelanggan juga bisa sedikit terhibur seraya menunggu pesanan selesai 'nggak bosen'. Sering pula pelanggan ikut bernyanyi bersama pengamen kala lagu favoritnya dinyanyikan. Pelanggan pun tak segan untuk memberi lebih. Namun ada pula orang mencemooh dan merasa paranoid dengan kehadiran pengamen. Berbagai alasan kenapa ada pandangan negatif terhadap pengamen tapi secara garis besar yaitu karena merasa tidak terhibur sedikitpun dan karena sikap dari pengamen itu sendiri. Kenyataannya memang ada pengamen yang tidak bisa menghibur hanya sekedar cuap-cuap dan terkesan asal-asalan malahan merusak lagu yang dinyanyikan & mengganggu telinga. Sikap pengamen dalam bernyanyi yang kurang baik juga cara meminta uang yang kurang sopan dan seperti memaksa. Hal ini yang merusak citra pengamen sebagai entertainer yang betul-betul mau menghibur. Masyarakat banyak yang menyama ratakan semua sama.
Pelanggan bisa sedikit menghargai pengamen jangan antipati terhadap pengamen karena pengamen bukanlah pencuri atau kriminal tapi ia hanya mencoba mengkais rejeki lewat lagu. Pelanggan bisa jadi layaknya juri/pengirim sms seperti di acara TV dengan memberi penilaian dan sms. Pelanggan bisa memberikannya melalui uang. Lagi pula ya hitung-hitung bisa berbagi rejeki kepada orang lain.
Pengamen harus bisa membuat yang mendengar terhibur sebagai street entertainer atau Musisi jalanan dengan terus memperbaiki kwalitasnya. Pengamen juga mesti menjaga kredibilitasnya dan ikut menertibkan 'pengamen-pengamen nakal' yang dapat merusak nama pengamen. Pengamen bukanlah pemalak, preman atau sebagai pelaku kriminal tapi Pekerja seni, Musisi jalanan.








Rabu, April 23, 2008

SALAM PERKENALAN


Selamat datang di
B L O G G E R C H K Y